Detail Cantuman

Image of Pengaruh Penggunaan Emotion Focused Therapy (EFT) Untuk Menurunkan Simtom Depresi Pada Penderita Dispepsia Fungsional

 

Pengaruh Penggunaan Emotion Focused Therapy (EFT) Untuk Menurunkan Simtom Depresi Pada Penderita Dispepsia Fungsional


Emosi merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi kesehatan
fisik. Beberapa penelitian membuktikan bahwa hambatan pengalaman dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700395155.5 yar p/R.19.100Perpustakaan Pusat (REF.19.100)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.5 yar p/R.19.100
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 257 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.5 yar p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Emosi merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi kesehatan
    fisik. Beberapa penelitian membuktikan bahwa hambatan pengalaman dan
    ekspresi emosi mengganggu kesehatan fisik. Pada penderita depresi, seringkali
    ditemukan adanya keluhan somatik seperti gangguan dispepsia, yaitu gejala klinis
    yang terdiri dari rasa tidak enak atau sakit di pe rut bagian atas yang menetap, rasa
    cepat penuh saat makan, kembung, sendawa, anoreksia, mual, muntah, nyeri
    bagian stemum dan regurgitasi. Diperkirakan 25 - 40% orang dewasa mengalami
    dispepsia, namun pada pemeriksaan fisik seringkali tidak ditemukan alasan
    kelainan organis disebut dispepsia fungsionaL

    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan Emotion
    Focused Therapy (EFT) dalam menurunkan tingkat depresi pada penderita
    dispepsia fungsionaL Dengan demikian, variabel bebas dalam penelitian ini
    adalah EFT dan variabel terikatnya adalah tingkat depresi pada penderita

    . dispepsia.

    Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan Pretest ­
    Posttest One Group Design. Tingkat depresi sebelurnnya dan sesudah intervensi
    diukur dengan menggunakan Beck Depression Inventory-Il (BDI-II) yang meliputi
    sub-afektif dan sub-somatik. Subyek penelitian ini adalah pasien penderita
    dispepsia fungsional di RSUD. Depok. Teknik pengambilan sampel menggunakan
    purposive sampling. Diperoleh sebanyak dua orang subyek yang memenuhi
    kriteria penelitian. Intervensi EFT terdiri atas tiga fase, yaitu (1) bonding and
    awareness; (2) evocation and exploration; (3) transtormation. Intervensi ini
    dilakukan dalam delapan sesi pertemuan.

    Hasil perhitungan statistik menunjukkan kondisi depresi sebelum dan sesudah
    intervensi tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Analisa
    kualitatif menunjukkan penerapan EFT ternyata memiliki pengaruh berbeda pada
    kedua subyek penelitian. EFT efektif untuk menurunkan simtom depresi bagi
    subyek yang memiliki tingkat depresi sedang (moderate depression) yang
    diindikasikan dari penurunan skor pada sub-afektif dan sub-somatik pada pre-

    . treatment dan post-treatment. EFT tidak efektif untuk menurunkan simtom
    depresi bagi subyek yang memiliki tingkat depresi tinggi (severe depression) yang
    diindikasikan dari kenaikan skor pada sub-afektif dan sub-somatik yang tidak
    mengalami perubahan pre-treatment dan post-treatment.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi