Detail Cantuman

Image of POTENSI BRIKET BIOMASSA SERASAH SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

 

POTENSI BRIKET BIOMASSA SERASAH SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF


Suatu lahan terbuka yang luas dan memiliki tutupan vegetasi cukup banyak setiap
hari menghasilkan serasah dalam jumlah yang banyak. Serasah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010011407000379333.7 Kus p/R.25.68Perpustakaan Pusat (REF.68)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Kus p/R.25.68
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;115 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Kus p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Suatu lahan terbuka yang luas dan memiliki tutupan vegetasi cukup banyak setiap
    hari menghasilkan serasah dalam jumlah yang banyak. Serasah yang dihasilkan
    dari tutupan vegetasi tersebut berpotensi menjadi bahan bakar padat dalam bentuk
    briket. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi briket biomassa
    serasah baik dari segi kualitas maupun nilai ekonominya. Penelitian ini
    menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen untuk analisis
    potensi, sedangkan analisis potensi ekonomi menggunakan metode Cost Plus
    Pricing, NPV, IRR, BCR dan BEP serta kuesioner digunakan untuk strategi
    pemasaran .. Data yang dihasilkan dari eksperimen diolah menggunakan analisis
    sidik ragam dilanjutkan dengan uji Duncan. Eksperlmen dalarn penelitian ini
    menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9
    kali ulangan. Perlakuannya adalah membuat 3 komposisi briket dengan 2 jenis
    serasah yaitu daun kering dan ranting serta perekat tapioka 5%. PI = komposisi
    daun kering : ranting: perekat = 72,5% : 22,5% : 5%, P2 = 47,5% : 47,5% : 5%
    serta P3 = 22,5% : 72,5% : 5%. Berdasarkan hasil pengujian kualitas briket
    biomassa serasah diperoleh data bahwa briket yang kualitasnya paling baik
    diantara perlakuan tersebut adalah P3• Nilai kalor rata-rata dari briket P3 adalah
    4.219 Kkallkg belurn memenuhi standar Indonesia (SNI) yaitu 5.000 Kkallkg,
    sehingga briket biomassa serasah belum layak untuk digunakan sebagai bahan
    bakar alternatif Selain itu, penerimaan segmen pasar terhadap briket serasah
    masih rendah sekitar 25% sehingga produksi briket serasah ini belum bisa
    dijalankan. Hal ini berbeda dengan yang diperoleh dari hasil analisis ekonomi
    yang menunjukkan bahwa proyek produksi briket ini layak untuk dijalankan dan
    berkelanjutan. Implikasi briket ini terhadap lingkungan adalah dapat mengurangi
    timbunan serasah yang merusak: estetika lingkungan serta mengurangi asap
    pembakaran serasah yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas udara dan
    menimbulkan gangguan pemafasan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi