Detail Cantuman

Image of PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERSEPSI BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL TENTANG PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN TRADISIONAL KOTA SERANG PROVINSI BANTEN

 

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERSEPSI BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL TENTANG PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN TRADISIONAL KOTA SERANG PROVINSI BANTEN


Skabies adalah penyakit kulit yang mudah menular pada lingkungan orang--orang
yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Skabies ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150700155610.92 Riy p/R.22.283Perpustakaan Pusat (REF.283)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.92 Riy p/R.22.283
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,109 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.92 Riy p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Skabies adalah penyakit kulit yang mudah menular pada lingkungan orang--orang
    yang tinggal di lingkungan pondok pesantren. Skabies dipersepsikan sebagai hal yang
    biasa terjadi di pondok pesantren dan menganggap skabies akan sembuh sendiri.
    Persepsi menurut Health Belief Model mencakup perceived susceptibility, perceived
    severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self
    efficacy. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan
    kesehatan terhadap persepsi berdasarkan Health Belief Model tentang penyakit
    skabies pada santri Pondok Pesantren Tradisional Kota Serang Banten.

    Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pre and post-test
    control group design. Populasi yang diteliti adalah santri yang belajar dan tinggal di
    Pondok Pesantren Tradisional Kota Serang Banten, dengan teknik pengambilan
    sampel menggunakan random assignment (metode undian) sebanyak 60 responden
    dengan pembagian kelompok kontrol sebanyak 30 responden dan kelompok
    perlakuan sebanyak 30 responden. Pengukuran menggunakan kuesioner persepsi
    menurut komponen Health Belief Model dan analisa data menggunakan analisis
    deskriptif dan inferensial.

    Rata-rata skor pre-test dan post-test persepsi santri pada kelompok kontrol
    diperoleh nilai p = 0,03. Rata-rata skor pre-test dan post-test persepsi santri pada
    kelompok perla.1ruan diperoleh nilai p = 0,00. Perbedaan rata-rata skor pre-test dan
    post-test persepsi santri antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diperoleh
    nilai p masing-masing sebesar 0,10 dan 0,00. Kesimpulan bahwa pelaksanaan
    pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap persepsi tentang Skabies pada santri di
    Pondok Pesantren Tradisional.

    Penelitian ini merekomendasikan bahwa pendidikan kesehatan tentang penyakit
    skabies dapat terjadi perubahan persepsi santri di Pondok Pesantren Tradisional.
    Saran dari penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi dalam program
    pembinaan kesehatan Pos Kesehatan Pesantren baik itu Pesantren Tradisional
    maupun Pesantren Modem.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi